Friday, December 12, 2008

Procrastination

"Procrastination is a favorite hiding place." -- Denis Waitley

"It seems to me that it's actually harder to invent excuses than it is to get the sale." -- Jeffrey Gitomer

"One of the greatest labor-saving inventions of today is tomorrow." -- Vincent T. Foss

"Nothing is so fatiguing as the eternal hanging on of an uncompleted task." -- William James
Readmore ...

Problem Solving

"The greatest and most important problems in life are all in a certain sense insoluble. They can never be solved, but only outgrown." -- Carl Jung

"Avoiding a problem doesn't solve it." -- Bonnie Jean Thornley


"Trust your hunches. They're usually based on facts filed away just below the conscious level." -- Dr. Joyce Brothers


"The problem is not that there are problems. The problem is expecting otherwise and thinking that having problems is a problem." -- Theodore Rubin

Readmore ...

Presentation

"If you want to know what the audience is thinking, ask them." -- Tony Jeary

"Make intangible benefits tangible by showing the financial impact your product or service can have." -- Brian Tracy

"Be brief on the logic and reason portion of your presentation. There are probably about a thousand facts about an automobile, but you don't need them all to make a decision. About a half dozen will do." -- Jim Rohn

"They may forget what you said, but they will never forget how you made them feel." -- Carl. W. Buechner
Readmore ...

Preparation

"One of life’s most painful moments comes when we must admit that we didn’t do our homework, that we are not prepared." -- Merlin Olsen
"What distinguishes winners is the will to prepare to win." -- Tony Jeary
"It is better to be prepared for an opportunity and not have one than to have an opportunity and not be prepared." -- Whitney Young, JR.
"The secret of success in life is for a man to be ready for his opportunity when it comes." -- Benjamin Disraeli
Readmore ...

Planning

"When plans are laid in advance, it is surprising how often the circumstances fit in with them." -- Sir William Osler

"If you don’t design your own life plan, chances are you’ll fall into someone else’s plan. And guess what they may have planned for you? Not much." -- Jim Rohn

"Don't just do something, sit there! Sit there long enough each morning to decide what is really important during the day ahead." -- Richard Eyre


"Fill your paper with the breathings of your heart." -- William Wadsworth

Readmore ...

Thursday, December 11, 2008

Tips Praktis :"4 Sehat 5 Sempurna"

Dalam kehidupan Manusia, antara yang telah DIPUNYAI dan ingin MEMPUNYAI itu… (Entah apa lagi?) Terrrr……lalu buuuuaanyak sekali dan tak mungkin saya tulis di sini. Karena maunya saya dan maunya Anda ‘kan belum tentu sama, toh?
Mengingat banyaknya corak dan ragam Manusia ber PERILAKU, sehingga KARAKTER nya pun jadi beraneka ragam. Akan tetapi, berkat Manusia jualah yang menjadikannya… menjadi satu PERSAMAAN dalam KESAMAAN ber KELAKUAN di antara SESAMA.. Sehingga laku dari prilakunya mempunyai CIRI dan TANDA dari setiap Manusia yang terlihat sama tetapi ada perbedaannya alias Serupa tapi tak Sama.
Nah, Dalam hal ini para pembaca pun sudah Hafal dan tahu Betul akan hal tersebut. Iyakan?!! So pasti, jadi ngak perlu diulas lagi. Ngapa’in buang-buang WAKTU aja. Lalu….. jarene Wong Jawi “Lajengnge kepripun?”, saur Urang Sunda ” Saterasna Kumaha?”, kate’ orang Betawi “Terus Gimane?”
Justru inilah saya menulis, karena saya TAHU dan me RASA TAHU. Udah gitu, saya TIDAK MAU TAHU apa yang telah DIKETAHUI oleh saya. Sehingga acap kali saya BERKEHENDAK selalu MEMAKSA dengan berbagai cara.
Inilah tulisan yang saya tulis tentang 4 SEHAT 5 SEMPURNA dalam “Kehidupan yang Hidup” menurut versi saya yang Mbeling.
Dimana? Ketika saya TAHU dan TIDAK MAU TAHU akan perihal :

1. Sikap/Attitude merangkum Metode Teknik
Saya lahir ke Dunia SEBAB dan AKIBAT ini akibat dari Dua RASA KASIH (Dua Kinestetik = K-nya Ayah + K-nya Ibu ). Lalu diproses lewat METODE TEKNIK dan dirangkum oleh SIKAP/ATTITUDE, maka lahirlah saya.
Kalau saja saya mau TAHU bahwa VAKOG yang dipunyai oleh kedua Orang Tua saya itu SAMA dengan VAKOG yang saya MILIKI. Sama? Ooooh….. jelas sekali sama. Hanya saja tidak SERUPA dalam mengaplikasikan “K”-nya.

2. Program Pikiran yang tidak dapat dibelenggu Perasaan

Dahulu kala ketika Ayah masih Muda dan awal mulanya bertemu Ibu saya. Beliau memprogram kata-kata dalam PIKIRAN (Pk) & PERASAAN (Ps) nya. Disebabkan ada KATA-KATA yang masuk ketika “V” menuju ke “K”-nya, lalu “A”-nya pun keluarlah. Contohnya : MELIHAT seorang gadis jelita – sepertinya HATI ini tertambat – ber SUARA lah : “Wow, gadis ini pantas jadi Istriku.”
Telah terjadi proses pemograman kata-kata untuk di PROGRAM. PIKIRAN (Pk)-nya bekerja agar PERASAANNYA (Ps)-nya TERCAPAI. Lalu diciptakanlah METODE TEKNIK oleh Pk-nya yang tidak dapat di BELENGGU oleh Ps-nya.
Terciptalah Rumus-rumus LEGALITAS yang diakui oleh pakar-pakar Ilmu pada Zaman itu. Bekerja keraslah Beliau mempraktekkan Rumus- rumus itu, sehingga Beliau LULUS Ujian Akhir dengan hasil nilai lebih dari memuaskan. Contoh : Bagaimana caranya agar dapat diterima oleh calon mertuanya dan sekaligus mendapatkan restu dari mereka.

3. RUMUS : 4 x { ( B ? T) }

Untuk mendapatkan SERTIFIKAT alias SURAT NIKAH yang diakui oleh khalayak ramai maka Beliau mulai menggunakan Rumus-rumus NLP yang diberi nama DALIL. Rumusnya adalah 4 x { ( B ? T) }
Inilah rumus yang PIKIRAN (Pk)-nya digunakan guna PERASAAN (Ps)-nya tercapai. Mohon jangan ditertawakan, yaaaa….. Mohon maaf yang seluas luasnya lahir dan bathin. Penjabarannya adalah :
a. Bagaimana ? dekaT
b. Bagaimana ? pikaT
c. Bagaimana ? dapaT
d. Bagamana ? ikaT
konon ada tambahan lagi :
e. Bagaimana ? sikaT
f. Bagaimana ? mingaT
Nah, kalau saya pake rumus yang diiteruskan sampai “e” dan “f” yaitu bagaimana sikat lalu bagaimana mingaaaat. Itu BAHAYA sekali!!! Op. Op.. oop…MOHON DIHAPUS e dan f nya, yah.
Akibat pengaplikasian dari rumus tersebut, Beliau berhasil menyatukan “K” sehingga terlahirlah saya yang Mbeling ini.

4. Menyamakan persamaan-persamaan

Dalam mengaplikasikan dua “K” Ayah Ibu saya; ternyata “K”-nya saya berbeda sama sekali dalam pengaplikasiannya. Akibat dari saya TAHU tetapi saya TIDAK MAU TAHU, sehingga hancur berantakanlah saya.
Dimana saya = “KA”, Istri saya = “VA” dan putra saya = “VK”. Jika ketiga persamaan ini tidak dapat disamakan maka Mala Petaka pun kemudian menimpa.
Saya =”KA”. Yang namanya “KA”; bicaranya pelan dan tidak pernah rapi. Mengapa? Karena “K” yang didahulu’in dulu baru kemudian “A” nya. Sedangkan “VA” bicaranya cepat dan rapih.
Ya, ramelah panggung sandiwara ini. Yang satu bicaranya sudah pelan berantakan pula, satunya lagi cepat rapi pula. Niat baik dapat diterjemahkan menjadi niat buruk oleh pihak yang satu dengan pihak lainnya.
Bila “VA” berprilaku; katenye orang, sih cerewet. Karena gak boleh liat yang gak rapi, makanya ngomel melulu. Sedangkan “KA” ngak mau ambil pusing, sehingga kesannya lambat oleh “VA”. Lalu “VA” bilang, “Lelet amat, sih.” Sedangkan dalam kepala Si “KA” bilang, “Mau ke mane sih buru-buru? Belanda masih jauh. Huh, dasar cerewet!!!”
Jika tiap hari kejadian model begini, maka perang Batarayuda dimix dengan perang Bubat pun terjadilah.
“Yaah, Mah. Biarlah…. Itukan ANAKKU!! Aku ‘kan Bapaknya!!! Aku mau dia jadi sepertiku”. Sedangkan Ibunya menginginkan yang sebaliknya dan masih buaaaaaanyak lagi kata-kata yang berlawanan kata terucap.

5. Sempurna jika masih ada maaf

Akibat dari TIDAK MAU TAHU nya saya, maka melalui tulisan ini saya MEMOHON MAAF kepada Ibu dan Ayahku yang telah terpisah oleh selubung Dunia.
“Ibu Ayah, MAAFKANLAH pupung ini, karena salah mengaplikasikan “K” yang Ibu Ayah berikan. Maafkan, ya BU… Maafkan, ya YAH … dan Ampuni Dosa-dosa pupung ini”.
“Wahai, Anak-anakku… Ampuni Bapak dan Maafkanlah Bapak ini”.
Begitu juga kepada para Pembaca yang saya Hormati, mohon Ampuni kata-kata saya….
Readmore ...

Creative Selling

Banyak salesman yang masih merasa sulit menjual produk/jasanya. Target tidak tercapai, harga mahal, tuntutan konsumen semakin banyak dan konsumen memiliki banyak pilihan dari tawaran berbagai kompetitor. Sering juga terdengar keluhan dari para salesman bahwa training-training salesmanship yang diberikan oleh perusahaan juga tidak banyak membantu persoalan mereka di lapangan. Training-training yang diberikan dirasa masih lebih menekankan pada tataran konsep atau teori dan belum banyak menyentuh aplikatifnya di lapangan.

Pada era perubahan yang begitu cepat dewasa ini, keunggulan seorang salesman sangat ditentukan oleh kemampuan dan kecepatannya untuk berubah, baik dalam hal pengetahuan maupun keterampilannya. Masalah-masalah penjualan yang semakin kompleks di era perubahan yang cepat ini tidak dapat lagi dipecahkan dengan cara-cara penjualan yang tradisional. Salesman yang unggul adalah salesman yang mampu berpikir dan bertindak kreatif dalam melakukan penjualannya (creative selling).

Creative selling merupakan perpaduan dari science dan art. Menjual dikatakan sebagai science karena seorang salesman haruslah memiliki pengetahuan yang luas, sedangkan art, berarti salesman harus terampil bagaimana ia melakukan penjualannya.

John C. Maxwell dalam bukunya ”Thinking for a Change” mengatakan : “kreativitas artinya melihat apa yang telah dilihat semua orang dan memikirkan apa yang telah dipikirkan semua orang sehingga Anda mampu mengerjakan apa yang belum pernah dikerjakan semua orang”. Pandangan ini juga sangat relevan dengan aktivitas salesman dewasa ini. Sebagai contoh, dari hasil pengamatan penulis tentang kunjungan salesman ke berbagai toko grosir produk-produk consumer goods. Setiap hari satu toko dikunjungi oleh banyak salesman dari berbagai merek produk. Jika saja semua salesman menggunakan cara yang sama, berarti tidak satu salesman pun yang dirasa berkesan dan berbeda oleh pemilik toko (customer). Tetapi, jika saja ada satu orang salesman dengan pendekatannya yang berbeda dengan salesman lainnya, maka wajarlah jika customer dapat mengingat dan terkesan dengan kehadiran kita dibanding salesman lainnya. Kedekatan salesman dengan customer tentulah akan memudahkan salesman menawarkan produk/jasanya. Hasil yang diperoleh salesman yang kreatif mampu menghasilkan hasil yang lebih baik daripada salesman biasa. Contoh lain yang juga cukup menarik perhatian penulis adalah, salesman koran pun ternyata mampu menjual secara kreatif. Seorang salesman koran yang pernah teramati penulis tidak hanya menjual koran dengan berteriak-teriak mengucapkan “koran…koran…koran” seperti yang sering dan biasa dilakukan salesman koran lainnya, tetapi ia menguasai informasi/berita yang ada di koran tersebut dan menyampaikan isi berita tersebut dengan bahasa yang cukup persuasif dan provokatif, sehingga banyak konsumen yang membeli koran dagangannya. Penulis sempat berpikir, tukang koran saja yang tidak pernah mendapt training tentang sales mampu menjual secara kreatif, mengapa salesman yang telah banyak mendapat training tidak mampu menjual dengan kreatif?

Pakar manajemen strategi, Michael E. Porter pernah menyampaikan rumusan tentang “The Five Generic Competitive Strategies”, yaitu: a broad differentiation, overall low cost leadership, focus low cost, focus differentiation, best cost provider”. Dari rumusan tersebut kita dapat belajar bahwa ternyata banyak cara/strategi yang dapat dilakukan untuk dapat unggul dalam persaingan. Jika salesman merasa bahwa dari segi harga dan kualitas produk yang ditawarkan masih kalah dari pesaing, maka upaya salesman yang kreatif bukanlah mengeluh kepada perusahaan akan harga dan kualitas produknya, tetapi ia dapat menggunakan upaya-upaya kreatif, misalnya strategi differentiation. Strategi ini dapat diciptakan sendiri oleh salesman, tidak harus menonjolkan perbedaan dari segi phisik, harga dan kualitas produk (yang memang sudah kalah dari pesaing), tetapi dapat dilakukan dengan variabel-variabel lain, misalnya sentuhan dan pelayanan pribadi yang dapat mengesankan customer. Salesman perlu memikirkan ide-ide kreatif cara mendekati calon pembeli. Meski pun demikian, tidak berarti harus menggunakan cara-cara penipuan agar produk/jasanya sekedar cepat laku terjual seperti yang banyak dilakukan salesman gadungan yang akhirnya merusak citra profesi salesman.

Penjulan kreatif bukanlah semata-mata persoalan produk dan jasa yang ditawarkan, bukan pula semata-mata persoalan tentang banyaknya tuntutan konsumen, tetapi juga adalah persoalan pribadi salesman. Hal yang harus diingat salesman adalah, bahwa dalam melakukan aktivitas penjualannya, salesman berhadapan dengan makhluk yang namanya manusia, bukan benda atau makhluk mati. Segala sesuatu tindakan dan perilaku manusia, termasuk juga dalam memutuskan untuk membeli atau tidak atas produk/jasa yang ditawarkan juga sangatlah ditentukan oleh tipe dan karakater manusianya. Hukum aksi dan reaksi berlaku di sini. Jika salesman menginginkan reaksi-reaksi tertentu dari seorang calon pembeli, maka aksi-aksi yang diberikan seorang salesman tentu haruslah dalam rangka memunculkan reaksi-rekasi yang diharapkan. Sebagai contoh, jika salesman lebih banyak bicara (aksi), tentu reaksi yang paling mudah diprediksi dari calon pembeli yaitu calon pembeli akan lebih banyak diam. Jika demikian berarti salesman tidak mendapatkan informasi tentang kebutuhan dan persoalan calon pembeli. Itu berarti pula, jika salesman ingin mendapat reaksi tentang informasi yang lebih banyak dari calon pembeli, maka aksi yang seharusnya dilakukan oleh salesman adalah aksi untuk lebih banyak bertanya dan mendengarkan bukannya lebih banyak bicara. Jika salesman mengharapakan calon pembeli mengambil keputusan untuk membeli produk/jasa yang ditawarkan (aksi calon pembeli), maka reaksi salesman seharusnya adalah membantu calon pembeli untuk mengambil keputusannya. Ingat, agar Anda sebagai salesman tidak patah semangat, bahwa tidak selalu orang harus membeli produk/jasa yang Anda tawarkan. Banyak faktor dan alasan: bisa karena memang tidak punya dana (uang) atau memang benar-benar belum ada kebutuhan. Oleh karena itu, calon pembeli yang belum membeli pun dapat digunakan sebagai sumber kekuatan Anda. Anda dapat memasukkannya ke dalam data base untuk Anda hubungi di lain waktu, atau bisa juga Anda manfaatkan sebagai sumber referensi Anda untuk diperkenalkan kepada orang lain yang ia kenal dan ia anggap potensial untuk kita hubungi. Tidak ada usaha kreatif yang sia-sia. Selamat menjual secara kreatif.
Readmore ...